STATISTIK /FT Unilak
  • Dikunjungi oleh : 99939 user
  • IP address : 54.198.58.62
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Beranda
  • Selamat datang di Website Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning
Sejarah Prodi Arsitektur

Sejarah Singkat Prodi Teknik Arsitektur

Prodi Teknik Arsitektur Unilak di dirikan pada tanggal 10 Juni 1982 oleh Ketua Yayasan Raja Ali Haji. Pendirian prodi ini adalah merupakan langkah pertama sejak didirikannya Unilak yang dilator belakangi oleh besarnya minat masyarakat Riau untuk melanjutkan kependidikan tinggi. Sementara itu jumlah universitas yang sedikit menjadikan calon mahasiswa yang diterima sangat terbatas sehingga banyak putra putri Riau yang tidak dapat melanjutkan kejenjang perguruan tinggi. Kecuali bagi mereka yang memiliki kemampuan ekonomi yang lebih dapat memilih sekolah keluar provinsi untuk mencari perguruan tinggi swasta favorit.

Sejarah panjang tentang perjuangan Gubernur Riau beserta para pendiri Unilak telah di dokumentasikan dalam sebuah buku, yakni buku: “30 Tahun Unilak” yang diterbitkan dalam rangka dies Unilak ke 30.

Atas dukungan penuh dari Gubernur Riau, akhirnya terbentuk yayasan yang menaungi Unilak, yakni Yayasan Raja Ali Haji (Yasrah). Pembentukan Yasrah berdasarkan Surat Keputusan Gubernur KDH Tingkat I Riau nomor 135/VI/1982, tanggal 8 Juni 1982. Selanjutnya pada tanggal 9 Juni 1982, melalui Surat Keputusan Ketua Umum Yasrah Nomor 001/Kep.Yasrah/1982, Yasrah mendirikan perguruan tinggi dengan nama Universitas Lancang Kuning atau disingkat Unilak yang terdiri atas 5 (lima) Fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, dan Fakultas Pertanian. Keputusan ini di pertegas melalui aktenotaris Syawal Sutan,  pada tanggal 12 Juni 1982 dengan nomor 84 yang menyebutkan bahwa pendiri Yasrah adalah Pemerintah Provinsi Riau.

Izin sementara yang dikeluarkan oleh Kopertis Wilayah I, dengan nomor 040/Kop. I. 1983, tanggal 5 Oktober 1983, diberikan kepada 3 (tiga) jurusan (program studi), yakni Prodi Teknik Arsitektur, Prodi Teknik Sipil dan Prodi Teknik Elektro. Izin ini selanjutnya dikuatkan dengan diterbitkannya Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor : 0607/0/1984, tanggal 29 Nopember 1984 tentang status terdaftar bagi lima fakultas dengan 13 jurusan (prodi), termasuk di dalamnya adalah Fakultas Teknik dengan ketiga prodi tersebut diatas. (sumber: Buku Lustrum I Universitas Lancang Kuning 1982-1987).

Nama Raja Ali Haji untuk yayasan (yang selanjutnya disingkat dengan Yasrah) dan Lancang Kuning untuk Universitas (yang selanjutnya disingkat dengan Unilak), dipilih karena memiliki sejarah serta filosofi yang utuh tentang budaya kemelayuan Riau.

Raja Ali Haji, dikenal sebagai ulama, sejarawan dan pujangga abad 19 asal Kepulauan Riau. Raja Ali Haji terkenal sebagai pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu lewat buku Pedoman Bahasa, buku yang menjadi standar bahasa Melayu. Bahasa Melayu standar itulah yang dalam Kongres Pemuda Indonesia tanggal 28 Oktober 1928 ditetapkan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia. Disamping itu Raja Ali Haji juga pencipta sebuah karya sastra besar “Gurindam Dua Belas” yang sangat sarat dengan nasehat untuk membentuk karakter masyarakat Budaya Melayu.

Sedangkan nama Lancang Kuning yang dipilih untuk Universitas, tak lepas dari sejarah kebesaran kerajaan Melayu Riau di masanya. Kapal Lancang Kuning adalah sejenis kapal layar yang digunakan oleh para raja-raja dan panglima perang kerajaan melayu. Jika di ibaratkan pada zaman kini, Kapal Lancang Kuning ibarat kapal komando yang memegang kendali keamanan armada perang laut kerajaan Melayu.

Atas dasar hal tersebut diharapkan dengan mengadopsi nama Raja Ali Haji dan Lancang Kuning, Universitas yang baru di bentuk ini juga akan mampu mengambil spirit yang sama sebagai leader (pemimpin) di bidang pendidikan.

Pada awal pelaksanaan perkuliahan masing-masing Fakultas menyebar di berbagai tempat dengan meminjam fasilitas gedung yang ada. Di antaranya adalah: FakultasTeknik di Masjid Agung An-Nur (Islamic Center).

Perkembangan Prodi Teknik Arsitektur Unilak dari waktu kewaktu

Pada awal pendirian Unilak, kampus ini belum memiliki kawasan terpadu yang berdiri di dalamnya gedung perkuliahan dan sarana prasarana lainnya. Pada tahun 1985 barulahPemda Riau mengalokasikan dana untuk pembangunan kawasan kampus Unilak terpadu yang ditetapkan di Rumbai, Pekanbaru, berdasarkan survei yang telah dilakukan tim pembangunan kampus Unilak.

Pembangunan kawasan kampus Unilak dengan peletakan batu pertama pada tahun 1982. Bahkan momen penting tersebut langsung diisi oleh Menteri Dalam Negeri Soepardjo Roestam. Dengan modal penuh dari Pemda Riau. Bangunan awal yang dibangun di antaranya gedung induk rektorat yang juga digunakan untuk perkuliahan (termasuk bagi perkuliahan Prodi Teknik Arsitektur) dan gedung perpustakaan. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, pada tahun 1985/1986 telah selesai dibangun gedung Fakultas Teknik, sehingga mahasiswa mulai menempati gedung perkuliahan baru, termasuk Prodi Teknik Arsitektur juga mendapatkan ruang bersama dengan kedua prodi lainnya dalam bangunan Gedung Fakultas Teknik.

Sebagaimana umumnya pada fakultas lain yang baru didirikan tersebut, karena belum memiliki dosen tetap, maka struktur organisasi Fakultas Teknik dan Prodi Teknik Arsitektur Unilak, sejak awal berdirinya memberikan amanahnya mayoritas kepada kalangan birokrat sebagai penggagas/pioneer pendirian Fakultas Teknik dan Prodi Teknik Arsitektur serta Unilak pada umumnya. Khususnya bagi struktur organisasi Fakultas Teknik banyak melibatkan staf Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau, sejalan dengan tugas perencanaan dan pembangunan kampus Unilak di Rumbai.